Kesehatan

Penyakit kriptosporidiosis yang disebabkan oleh infeksi parasit. Berikut pengertiannya

Posted On
Posted By eddye

Cryptosporidium parvum sebuah infeksi parasit yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit kriptosporidiosis. Parasit ini hidup di sistem pencernaan manusia dan hewan, serta dapat menyebar melalui feses (tinja). Selain itu parasit tersebut yang dapat menyebabkan diare. Hal ini penting diwaspadai, dikarenakan parasit tersebut kebal terhadap disinfektan, dan ternyata bisa bertahan selama berbulan-bulan dalam berbagai kondisi lingkungan. Kriptosporidiosis disebabkan oleh parasit Cryptosporidium yang masuk ke dalam sistem pencernaan dan menginfeksi usus. Di dalam usus, parasit akan berkembang dan keluar bersama feses. Parasit ini dapat menulari manusia maupun hewan, tapi lebih mudah terjadi pada seseorang dengan kekebalan tubuh lemah, misalnya penderita HIV/AIDS.Ada beberapa penyebab sebagian orang dapat terkena parasit Cryptosporidium, seperti:

  • Mengonsumsi makanan tidak matang yang terkontaminasi.
  • Meminum air yang terkontaminasi, termasuk tidak sengaja menelan air saat berenang di air yang mengandung parasit Cryptosporidium.
  • Kontak dengan penderita atau hewan yang terinfeksi kriptosporidiosis.
  • Menyentuh mulut dengan tangan yang terkontaminasi, misalnya karena tidak mencuci tangan setelah dari toilet atau mengganti popok.

Meskipun demikian, parasit tersebut dapat dihilangkan dengan cara dibekukan atau dipanaskan.Ada beberapa gejala yang umumnya muncul pada sipenderita penyakit kriptosporidiosis, dan hal tersebut muncul seminggu setelah terinfeksi, meliputi diare, nafsu makan berkurang, kram perut, mual dan muntah, serta demam. Bila gejala tersebut berlangsung dalam jangka panjang, dehidrasi adalah resiko yang akan dialami oleh sipenderita, selain itu, kekurangan nutrisi serta penurunan berat badan. bagi penderita dengan kekebalan tubuh rendah seperti penderita HIV dan pasien yang sedang menjalani kemoterapi kondisi tersebut sangatlah berbahaya, adapun juga terhadap usia balita. Gejala di atas bisa hilang timbul, dan berlangsung hingga 2 minggu. Bahkan sebagian ada yang sampai mengalami gejala hingga 3 tahun. Namun beberapa sejumlah kasus, kriptosporidiosis tidak menampakkan gejala apa pun.Pada penderita penyakit kriptosporidiosis yang juga menderita AIDS, dokter akan melakukan pemeriksaan CD4, yaitu menghitung kandungan sel kekebalan tubuh dalam darah. Dengan mengetahui jumlah CD4, dokter dapat memperkirakan berapa lama kriptosporidiosis akan berlangsung, serta kemungkinan munculnya komplikasi.Bila pasien sudah dipastikan mengalami kriptosporidiosis, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan untuk mendeteksi kemungkinan komplikasi. Di antaranya adalah memeriksa hati dan kantung empedu, untuk melihat kemungkinan penyebaran infeksi.Untuk memperoleh diagnosis kriptosporidiosis, dokter akan mengambil sampel tinja, lalu diperiksa di bawah mikroskop. Sampel tinja mungkin akan diambil beberapa kali, karena parasit Cryptosporidium sulit dilihat. Pada kasus yang jarang, dokter juga bisa melakukan pengambilan sampel jaringan (biopsi) dari usus pasien. “dilansir dari laman Sehatq” menjaga kebersihan merupakan pencegahan terjadinya penyakit kriptosporidiosis.Berikut beberapa langkahnya:

  • Harap diingat bahwa produk pembersih tangan yang mengandung alkohol (hand sanitizer) tidak efektif untuk membunuh parasit ini. Jadi, Anda harus tetap mencuci tangan dengan air dan sabun.
  • Membasuh bahan makanan

Semua buah dan sayur mentah yang akan hendak dikonsumsi secara langsung mesti dicuci menggunakan air bersih yang tidak terkontaminasi. Jika Anda bepergian ke negara berkembang, hindari konsumsi makanan yang tidak dimasak.Pastikan pula Anda mencuci tangan sehabis mengurus peternakan atau menyentuh hewan peliharaan.

  • Mencuci tangan

Cucilah tangan Anda setidaknya 20 detik dengan sabun dan air bersih yang mengalir. Kebiasaan ini harus dilakukan setelah Anda menggunakan toilet, mengganti popok, sebelum dan sesudah makan, serta saat hendak menyiapkan makanan atau memasak.

  • Membatasi aktivitas yang berhubungan dengan air

Sebagai contohnya, kurangi frekuensi Anda untuk berenang di danau, sungai, atau kolam renang umum. Terutama jika Anda memiliki sistem imun rendah

  • Memperhatikan kebersihan air minum

Anda bisa memasak air hingga mendidih kemudian menyaringnya sebelum diminum, khususnya bisa Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau berada di daerah yang berisiko tinggi kriptosporidiosis.

Related Post

leave a Comment